September 2019

Medali Emas (8)

NoNamaKelas
1.AmelKata Perorangan
2.AldiKata Perorangan
3. YudhaKumite Pra
4. NasywaKumite Pemula Pi
5. LanaKumite Pemula Pa
6. DelaKumite Junior Pi
7. ImelKumite Junior Pi
8. DavidKumite Junior Pa

Medali Perak (10)

NoNamaKelas
1. DelaKata Perorangan Pi
2. Azrin, Leci, AlettaKata Beregu A
3. Mutia, Dela, ImelKata Beregu C
4. ShafiraKumite Pemula
5. AlwanKumite Pemula
6. LauraKumite Pra
7. RaditKumite Pemula
8. SalsaKumite Kadet
9. DutaKumite Kadet
10.SheviraKumite Junior

Medali Perunggu (11)

NoNamaKelas
1.AlettaKata Perorangan Pra
2. ImelKata Perorangan Under
3. Adit, Azzam, MirzaBeregu A
4. Shafira, Caca, YesikoBeregu B
5. Aldo, David, AldiBeregu C
6. AldoKata Perorangan Junior
7. Fahmi PutraKumite Pra
8. PutriKumite Pra
9. KhaylilaKumite Pra
10.UrielKumite Pemula
11.M. FahmiKumite Kadet

NoNamaTTLBBKATEGORIKELAS
1.Azrine Qirania Azzaha15/02/2010USIA DINIKata perorangan
Kata beregu
2.Fajrina Calista Azka07/07/2010USIA DINIKata perorangan
Kata beregu
3.Aqila Ainun Afandi24/12/2012USIA DINIKata perorangan
4.Mirza Adam21/01/2010USIA DINIKata perorangan
Kata beregu
5.Tirta Danu Kusuma02/07/2012USIA DINIKata perorangan
6.Nararya Haikal Afham02/11/2011USIA DINIKata perorangan
7.Amellia Dinda Permatasari04/06/2009PRA PEMULAKata perorangan
8.Almayda Aletta Faustina12/05/2009PRA PEMULAKata perorangan
Kata beregu
9.Azzam 14/09/2009PRA PEMULAKata perorangan
Kata beregu
10.Haidar Muttaqin27/06/2009PRA PEMULAKata perorangan
11.Fahmi Putra 24/09/2008PRA PEMULAKumite +35 kg
12.Laura Zahra 02/01/201038,7PRA PEMULAKumite + 30 kg
13.Putri Patricya 17/06/200940,5PRA PEMULAKumite + 30 kg
14.Khaylila Widya Tasyakti06/01/2008PRA PEMULAKumite + 30 kg
15.Aditya Danu Kusuma07/03/2008PRA PEMULAKata perorangan
Kata beregu
16.Myisha Adara Atha Radhwanisha21/11/2007PEMULAKata perorangan
Kata beregu
17.Ananda Yesiko Indah Cahyani 25/08/2006PEMULAKata perorangan
Kata beregu
18.Andhika Wisnu 07/03/2006PEMULAKata perorangan
Kata beregu
19.Robetto23/05/2006PEMULAKumite -50 kg
20.Alwan Bintang 01/01/200642,3PEMULAKumite -50 kg
21.Alif Galih W10/05/2007PEMULAKumite -50 kg
22.M .Fimansyah25/10/200733,3PEMULAKumite -50 kg
23.Sabil Akbar M05/05/200678PEMULAKumite +50 kg
24.Raditya M11/03/2006PEMULAKumite +50 kg
25.Aaron Uriel17/10/2007PEMULAKumite +50 kg
26.Shafira Kartika 09/01/200843,6PEMULAKata Beregu
Kumite -45 kg
27.Puan Alodya Kania Robby K.29/05/200638,5PEMULAKumite -45 kg
28.Nasywa Naura Syifa18/04/2006PEMULAKumite +45 kg
29.M. Fahmy . S 24/02/200555,1KADETKumite -57 kg
30.Duta Nabiel18/08/200460KADETKumite +57 kg
31.Yuniar P06/06/2004KADETKumite +47 kg
32.Salsa Billa11/08/2005KADETKumite +47 kg
33.Hefviena Riche22/08/2004KADETKumite +47 kg
34.Aldo Darmawan29/03/2003JUNIORKata perorangan
Kata beregu
35.Puan Meuthia Robby K. D.17/04/2003JUNIORKata perorangan
Kata beregu
36.Herman 26/07/2002JUNIORKumite -60 kg
37.Gabriel David 02/09/200368JUNIORKumite +60 kg
Kata beregu
38.Dela Afriyanti03/03/200251JUNIORKumite -53 kg
Kata beregu
39.Amanda Wahyu Amelia02/04/2004JUNIORKumite -53 kg
40.Sevira22/02/2004JUNIORKumite +53 kg
41.Imelda Prasasti28/04/200356JUNIORKumite +53 kg
42.M. Aldy11/12/2000U21Kata perorangan
Kata beregu
43.Zidan Febrian Hadi Seswanto16/06/2005KADETKata perorangan
Kata beregu
44.Egy Raditya20/03/2006KADETKumite -57 kg
45.Ridho Bafaqih Akhmada20/04/2003JUNIORKumite -60 kg

[bgallery] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4rHhf9Aouqr4S15yiz7BUaiD8ltaqOg2fvcAKwXfMguk4TC-GrPG3ZDjWMtjdV3xPa7_Y1iBAXn_HQQGfQu59s_59nJ5tRIA5tU2qtrXcCx_GFRGDskRcuIv9OcoGdzGSw69_zP2X8I60/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-01.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnVnEaP5vZvwVS6cOdBJFRdh82_VykxpcG8C6M4e4vbgUS3nTUkhHLxLB3txzzO8rxBZjAH_SUyJXNHR9R8mN575wtPcLVkMN4BKFTjIK0qe8EvelVMg2LNaW8ylQHvE4yQKF8gWrnHq8v/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-02.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5EAZdmbP3Cm5DQcHH76TrSyV7xEo3aPSthZvmdgmKDUMTnr4FctaEIw9JHCRTRpGSpUdnv78ey_hXIeoI2NsDIF40haM3tnxjjdZTTriNpKOjDeVwDVAV1f-98FtxSrmdS-NII8VDVQu1/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-03.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX4FLOdz3GjXF3lsN0C35fjwvlmvMs7Bo3L5s85-YyMrdYOSfbYy_0-SlQXMfVeJZGSxsvhpdjathQfss_XSjmmQqOR9n-cZlSqIAThMXYoqS6RnewvbzJ24crmrRrYNVnJejFAOythBP2/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-05.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm0N_puLHe6o8nlOxepwhgJF7H3A9AaWcFuuHxKDvJQREbC08DVuUeMxlGB-xOr9HOPAdSTyvt9YT39GAKXvACIvesj1g0P9uxEl5Wl5kgsHNIlCh483x9rYK75awxMQmACas8UHfLkdCU/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-06.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixyquLq9e5nelpTPF0DgIA-YsIZ8-fJT1muwXP9Qi_MTGuj8b2pDd2iIXx5DvYpQcbgXvVTI0GehRTacDC_SJAzAkp99a9Q8pnCtkLPrrxctonZwa2FIw1yXUGXtsGRgalwzzjEOdrWs4I/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-09.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipbYfGDWjTzqYnyas0njTYnOub5f5h_hlxxqhyK3slkvSXV9p9oETwtUeyCJ9rAqZ55P5Et2RxvcRLCO75oDHdLwfC7-WVjy2j2wyMeK0Cb7vuHmTiwje6tjxMmhs_vyMIB0y9bG5A9XUh/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-10.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJMIT-o4NdogmA8SXL32ilqAKRS3amPZew5fi8nT0nSrDxASzT_gHM3vY4gKBv0GtptB2npqukfrrJvDKbOYA6Ax9uY7yBZbnf491iOLdOxZlwKTGHgqqVZQXxjrVhTosV3tG0XnJdhwzg/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-11.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW5O0qABG1QKgTBVzGFju6ngeIDgdGUN1EwSdYT7M9lX-9g2el1bmpQsM7CgieCsZv9k7zXmhZ4i-UDoqdRU2E6mRnHAmIFlrTZjR_OVSjIhATyjZX6BFFjmBETh_nHwh1ZlV2wNTMR5iO/s1600/PIALA-KONI-KAB.LUMAJANG-2012-12.gif"][/img] [/bgallery]

[pgallery] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA2OLviWxP5NX4Xd2-cv_2hDkmd0bJSvcRn7Cfaoig1bRLP_QhGUct7aaZjJiKFcSjEpr6d1ioAenLJy8OGc7KIfOgHh_Bu_2Z4FhNDSpa1hRdKuutLDOKwwDguZap6L_6XlAI3klqtxvN/s1600/BKC-Tempursari-01.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6sw6TYCYim-uD_GevV_qxI34jRpSH3DYF4y0H-dthTYGECCQHcPUH2d4Nfqv_ENmhFmxHJ5ltrG60VDdwnu-HWRRBbOLQ3jIRAXYqQsD3EP3j1bRO0Pr6ptLd7uONyVzdY77LQS1drVks/s1600/BKC-Tempursari-02.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAYXiTIzRG3YGoLSDBjycX1nEs0uqeqt1FH79hEiA68Jg6NUSdUmEEKuNHPm6zE5fsHkMYbb40skHJwIHS7IJSLdvcVWXDzD8Xhbvv_gvHRfZxRPFoAWJU77kw6BFsG9msFu-0NdbGjLvd/s1600/BKC-Tempursari-03.gif"][/img] [img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisqnHDzXMwAjZ_LSc8g8f_VRj_8rL7yez8F6t726S-0_3EbPStOaKsaveLqT-ewc1NWLjJKTV39iBFkR1_Fjxb7yGqs__R2WFxAcPlUGkrPARBcEz60iv3PjPAdg8bBSsrCX7HcqUbQZyY/s1600/BKC-Tempursari-04.gif"][/img] [/pgallery]


Heian Nidan berarti seri Heian yang kedua.
Aslinya KATA ini merupakan KATA yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya, karena KATA ini lebih sulit untuk dipelajari maupun mengajarinya.
KATA ini berhubungan dengan KATA Bassai-Dai.

  • Hal Penting :
    Sikap balik kebelakang, tendangan menyamping, membalikan posisi pinggang/pinggul dan kombinasi tehnik.
    Memiliki 26 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.


Heian berarti “Pikiran penuh kedamaian”.
KATA ini adalah KATA pertama dari lima KATA tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itosu (salah satu guru Gichin Funakoshi).
Meskipun tidak diketahu bagaimana KATA Heian ini diciptakan, tetapi banyak yang berpendapat bahwa Heian merupakan bagian dari KATA yang lebih tinggi tingkatannya yaitu KATA Kanku-Dai.
Itosu menciptakan KATA Heian untuk memperkenalkan karate kedalam kurikulum sekolah untuk menghilangkan kesan tehnik yang berbahaya yang terdapat pada KATA lanjutan.
Heian KATA merupakan KATA Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.



  • Hal Penting :
    Sikap kedepan dan Pukulan gerak maju.
    Memiliki 21 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

Kiai, yang berarti teriakan semangat merupakan salah satu komponen penting dalam berlatih karate.
Bukan sekedar mengeluarkan udara dan suara sekeras-kerasnya, namun lebih dari itu.
Kiai yang salah hanya akan membahayakan karateka itu sendiri, karena dalam kondisi itu akan mudah diserang.
Bahkan dalam serangan yang lemah sekalipun.
Hal ini sering terjadi dalam turnamen. Mungkin karena terlambat kiai akhirnya serangan lawan masuk. Dan bisa ditebak, sakitnya jangan ditanya lagi.
Belajar dari pengalaman, ternyata kiai ketika kita dipukul lebih sakit daripada kita dalam latihan biasa (yang tidak ada lawannya tentu saja).
Secara teori sebenarnya ada tiga manfaat poin penting dalam kiai.
  • PERTAMA tentu saja menunjukkan semangat bertarung alias fighting spirit.
    Jelas kita tidak mungkin bertanding tanpa mengeluarkan suara.
    Dalam sesi latihan biasanya kiai pada gerakan kelima atau kesepuluh, jika berlatih dasar (kihon). Atau pada teknik yang terakhir.
    Umumnya senior/pelatih akan memberikan aba-aba untuk berteriak.
    Jangan dikira kiai adalah pekerjaan mudah. Umumnya sering saya melihat yunior-yunior sangat sulit kalau disuruh kiai setiap akhir suatu teknik.
    Kalau murid pemula seharusnya tidak masalah, tapi kalau murid tingkat lanjut ?
    Tentu ini jadi masalah kalau harus turun dalam turnamen resmi.
    Karena fungsi kiai disini juga untuk mengantisipasi cedera dalam kumite.

  • KEDUA mempengaruhi lawan.
    Bagaimana bisa dengan hanya berteriak lawan akan terpengaruh bahkan sampai ketakutan.
    Ada istilah kiai jutsu dalam dunia bela diri, dimana dengan hanya berteriak maka lawan akan mengurungkan serangan.
    Rahasianya ternyata cukup simpel, dimana saat kita berteriak harus dilandasi dengan semangat berperang yang sungguh-sungguh tanpa keraguan dan ketakutan.
    Yang pasti saya tidak mengatakan ini mudah, karena saat kita maju menghadapi lawan ketakutan pasti ada.
    Dan rasanya itu hal yang manusiawi.

  • KETIGA kiai bisa juga berfungsi sebagai elemen yang meningkatkan tenaga dengan memberi penekanan pada otot.
    Dalam suatu acara demonstrasi, umumnya acara puncaknya adalah tamesware (pemecahan).
    Kalau Anda perhatikan, si peraga tentu kiai saat memecahkan batu, kayu, es atau apapun yang menjadi bahan tameswarenya.
    Tidak masalah dengan menggunakan bagian tubuhnya yang mana untuk memecahkan. Tentu saja dengan memecahkan harus didukung dengan pernapasan dan kime (fokus atau konsentrasi) yang benar. 
    Selain itu, Kiai juga bisa membuat kita lebih rileks dan segar alias fresh.
    Dan memang dari sudut psikologi berteriak adalah salah satu cara menghilangkan ketegangan fisik dan pikiran.

Satu ucapan yang sama namun berbeda penulisan. Itulah OSU dan OSH. Mana yang benar? Bagi sebagian praktisi beladiri Jepang terutama Karate tentunya hal ini membingungkan. Meski diucapkan dengan bunyi yang sama, “OS” namun kata ini dalam bentuk tulisan berbeda hurup akhir. Antara U dan H. Mungkin tidak masalah jika yang menulis dan membaca tulisan kata itu adalah sama-sama orang Indonesia. Mahfum, kalau ada sedikit kesalahan, karena memang bukan bahasa sendiri. Namun akan jadi soal, jika yang membaca penulisan itu adalah orang Jepang, si pemilik bahasa. Menurut beberapa praktisi seni beladiri Jepang di tanah air yang notabene memiliki wawasan budaya dan bahasa Jepang, penulisan yang benar adalah OSU. “OSU!” diucapkan dengan intonasi yang agak cepat, sehingga hurup U di akhir kata nyaris tak terdengar. Sehingga bagi telinga kita, terdengar seperti bunyi “OSS” atau “OSH.” Istilah OSU tidak hanya berlaku dalam karate. Bahkan sebagian klub olah raga di Jepang (tidak hanya karate) menggunakannya "OSU" secara harfiah berarti iya, baik (tanggapan atas suatu perintah). Jika diteruskan kira-kira, "iya/baik saya kerjakan". Namun karena karate memang bela diri yang berfilosofis, OSU berkembang menjadi makna yang lebih dalam yaitu kesiapan atau ketahanan mental sorang praktisi karate menghadapi ujian yang berat baik saat latihan atau dalam hidup kesehariannya. OSU juga berarti rasa terima kasih. Yang lebih penting hormat seorang juhior pada senior (sangat terlihat di Jepang). Sensei Robert Mustard, sebagaimana dikutip dari Aikidoshudokanindonesia.Com, menjelaskan, di Jepang, orang-orang yang menggunakan kata “OSU!” adalah olahragawan-olahragawan di SMA dan Universitas, serta mereka yang belajar karate. Di perusahaan–perusahaan, Anda juga akan mendengar kata ini, tapi mereka menggunakannya karena untuk mengatakan “OHAYO GOZAIMASU” (selamat pagi) dan mereka menyingkatnya menjadi kata “OSU!”. Selain Karate, seni beladiri Aikido aliran Yoshinkan juga menggunakan kata ini sebagai ucapan salam, tanda menghormati dan sapaan. Kata “OSU!” aslinya ditulis dalam karakter hurup Cina. Terdiri dua hurup, hurup pertama adalah “OSU!” yang arti dalam kamus adalah “mendorong”. Huruf kedua adalah “NIN” yang artinya adalah Shinobu, yaitu Endure (tabah), Persevere (bertahan), Put Up With (toleransi). Jika semuanya dijadikan satu, maka artinya menjadi: Kita Harus Memacu Diri Kita Untuk Tetap Tabah Menghadapi Kesulitan-Kesulitan Dalam Pelatihan, Maupun Dalam Kehidupan Kita Sehari-Hari. Dalam Budo, “OSU!” juga digunakan untuk memberi salam atau jawaban yang berarti bahwa kita siap untuk mengikuti perintah dan petunjuk pelatih.



  • SEGI LIMA DENGAN GARIS BAWAH MEMBENTUK SUDUT
    Melambangkan olah raga Karate yang dibina oleh FORKI, berdiri atas dasar semangat revolusi 17 Agustus 1945, berazaskan Pancasila dan Sumpah Karate.

  • TUJUH BUAH LINGKARAN
    Melambangkan keolahragaan Karate dan Sapta Prasetia FORKI.

  • GAMBAR HURUF K
    Menggambarkan seorang Karateka yang sedang siap sedia.

  • WARNA KUNING
    Melambangkan keagungan.

  • WARNA HITAM
    Melambangkan keteguhan tekad.

  • WARNA MERAH
    Melambangkan keberanian.

  • WARNA PUTIH
    Melambangkan kesucian.

Karate yang berarti "Tangan Kosong," menurut bahas Jepang, lahir di Kepulauan Okinawa sebagai bentuk pertahanan diri yang pada saat itu penggunaan senjata dilarang oleh invasi pasukan Jepang. Seni beladiri ini berawal dari penggunaan "Te" (tangan), gaya bertarung yang digunakan oleh penduduk asli Kepulauan Ryukyu dipengaruhi oleh Kenpo Cina kemudian diperkenalkan melalui keluarga Cina yang menetap di Okinawa.

Dari tiga kota di Okinawa (Shuri, Naha, Tomari) mucul lah beberapa gaya pertahanan diri yang digunakan oleh masing-masing masyarakat lokal disana, yaitu:


  • Shuri-te
  • Naha-te
  • Tomari-te


Ketiga gaya pertahanan diri ini disebut Okinawa-te (tangan Cina), berjalannya waktu ketiganya dipersempit menjadi hanya dua gaya pertahanan diri saja, yaitu:

  • Shorin-ryu, dikembangkan di dekat Shuri dan Tomari
  • Shōrei-ryu, dikembangkan di dekat Naha
Seiring dengan meningkatnya pengaruh dari Jepang, kata "Te" akhirnya diperpanjang menjadi Karate-jutsu "Seni Tangan Cina" yang akhirnya dirubah menjadi Karate-do "cara tangan kosong".
Berikut adalah perjalan sejarah Karate dari masa ke masa :
  • 1905: Karate dimasukan ke dalam program pendidikan jasmani pada tingkat SMA di Okinawa.
  • 1917: Pertama kalinya Gichin Funakoshi memberikan demonstrasi karate-do pada publik.
  • 1922: Gichin Funakoshi diundang oleh Dr. Jano Kano untuk memberikan demonstrasi di Dojo Kodokan, membawa karate-do ke Jepang.
  • 1924: Klub karate pertama didirikan di Jepang, di Keio University.  
  • 1930: Karate diperkenalkan di Kanada.
  • 1939: Jepang membuka Shoto-Kan, sekolah pelatihan karate pertama.
  • 1945: Sekolah pelatihan karate pertama dibuka di Amerika Serikat.
  • 1949: Terbentuknya Japan Karate Association terbentuk (JKA).
  • 1950: Karate diperkenalkan di Inggris.
  • 1960: Karate diperkenalkan di Uni Soviet, tetapi sempat dilarang beberapa kali selama tiga dekade.
  • 1964: Karate diperkenalkan di Perancis.
  • 1989: Karate disahkan kembali di Uni Soviet.
Berikut adalah orang-orang yang berpengaruh dalam ilmu beladiri Karate:

Gichin Funakoshi: Pendiri Shotokan
Dr. Jano Kano: Pendiri judo Jepang
Sakukawa Kanga: Orang Okinawa pertama yang belajar Kenpo China
Itosu Anko: Sering disebut "kakek karate"

Chojun Miyagi: Pendiri gaya Goju-ryu

Hironori Otsuka: Pendiri gaya Wado-ryu

Kenwa Mabuni: Pendiri gaya Shito-ryu

Bagaimana Karate sekarang?

   Kini seni beladiri karate yang telah diajarkan di seluruh dunia, sering dimodifikasi disesuiakan dengan peruabah zaman. Terdapat empat gaya karate yang telah diakui, yaitu:

Goju-ryu

Shito-ryu

Shotokan

Wado-Ryu

   Karate telah berkembang menjadi olahraga yang populer dan dicintai. World Karate Federation (WKF) merupakan organisasi yang mewadahi dan dijadikan kiblat bagi seni beladiri karate di seluruh dunia, yang dulu dikenal dengan nama World Union of Karatedo Organizations (WUKO).



MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget